kekhawatiran para ortu dan pendidik thd kecanduan Game anak-anak kita

ustadz Adriano Rusfi says:

# Jawaban atas email bang Deddy Rahman terkait kekhawatiran para ortu dan pendidik thd kecanduan Game anak-anak kita #

Pada dasarnya setiap manusia sangat senang dengan permainan. Karena bermain dan bersenda gurau adalah salah satu karakter dunia. Allah berfirman :

“Tidaklah kehidupan dunia kecuali senda gurau dan permainan”

Rasanya saya juga pernah kecanduan game. Dulu, saya pernah nggak tidur dua malam berturut-turut saat memainkan game “Nobunaga”. Sekarangpun sesekali saya bisa begadang gara-gara game tertentu.

Ada sejumlah fitrah manusia yang dikenyangkan oleh game online secara sekaligus, yang membuat anak-anak dan remaja jadi kecanduan dengan game :

Pertama : permainan itu sendiri
Kedua : adanya pertarungan dan persaingan
Ketiga : adanya masalah yang harus diselesaikan
Keempat : adanya misteri yang bikin penasaran dan nggak kunjung selesai

Selain keempat hal tersebut, anak-anak dan remaja juga memiliki waktu luang yang sangat banyak untuk “bertekun-tekun” di depan game.

Jadi, kalau menurut saya, untuk menjauhkan anak-anak dan remaja dari kecanduan game, harus tersedia sejumlah substitusi yang kualitasnya setara atau lebih tinggi daripada game online. Intinya, kehidupan non-game memang harus dikembalikan kepada fitrah. Jangan sampai dimensi-dimensi kehidupan manusia yang positif kesannya malah memusuhi fitrah.

Pertama, yang dapat menyaingi game pada anak-anak dan remaja, diantaranya adalah rekreasi dan petualangan. Sayangnya keluarga saat ini sangat pelit untuk menyediakan waktu dan dana untuk kedua hal ini. Banyak keluarga muda yang memilih untuk mengumpulkan dana agar bisa membangun rumah dan membeli mobil, daripada untuk rekreasi dan petualangan keluarga. Bahkan, banyak keluarga yang beranggapan bahwa petualangan itu berbahaya dan penuh perilaku bebas yang bermaksiat

Kedua, berikanlah kepada anak haknya untuk memecahkan masalah, bertarung, bersaing dan menderita. Jangan terlalu memproteksi anak dari hal-hal tersebut dengan menggunakan kalimat keliru : “Kamu cukup fokus untuk belajar saja. Masalah, penderitaan dan pertarungan biarlah orangtua yang menanganinya”. Jika anak tak terlibat dalam urusan-urusan semacam ini, jangan kaget jika mereka memilih game online untuk penyalurannya.

Ketiga, sibukkan anak-anak kita dengan aktivitas-aktivitas yang bersifat reguler. Agar dia nggak punya waktu luang yang terlalu panjang untuk memfokuskan diri di depan game online. Ada banyak aktivitas rutin yang bisa kita bagi dengan anak, termasuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Di rumah ada kegiatan memasak, mengepel, membeli air galon, ke pasar, mencuci, mencuci mobil dsb. Sayangnya, ini cenderung menjadi tugas pembantu, sehingga anak jadi menganggur, Upayakan anak tidak menganggur lebih dari 2 jam dalam satu rentang waktu tertentu. Intervensilah kesibukan anak dengan game online-nya, melalui tugas-tugas dan perintah-perintah sekurang-kurangnya dua jam sekali.

Keempat, anak-anak yang kecanduan game online pada dasarnya adalah anak-anak yang berasl dari keluarga “autis”, dimana masing-masing anggota keluarga sibuk sendiri-sendiri. Interaksi cenderung minim, nggak ada dialog antara keluarga, nggak ada kasus yang dipecahkan bersama dsb. Dalam keluarga “Islami”, autisme tersebut bisa dalam bentuk : Ayah asyik berdakwah, ibu terpaku dengan kesibukan beribadah, kakak fokus dengan hafalan AlQur’an. Maka, kalau ingin anak tak mengurung dirinya dengan game online, sebaiknya keluarga kembali menghidupkan interaksi.

Wallahu ‘alam bish-shawab

Aad

———————–

Catatan sebelumnya:

# Jawaban Bang Lendo atas email bang Deddy Rahman terkait kekhawatiran para ortu dan pendidik thd kecanduan Game anak-anak kita #

…ada sebuah prinsip yg bisa dianut dalam menerapkan pendidikan yang
berlaku universal.

kaidah 1 : semua ilmu pada dasarnya baik (yg diperbolehkan oleh Allah
Swt dan Rasul-Nya), termasuk game yg bermanfaat (yg memicu otak untuk
melatih startegi).
kaidah 2 : semua yang berlebihan pasti tidak baik. jika bermain secara
berlebihan pasti tidak baik. perlu di atur waktu bermain supaya
seimbang.
kaidah 3 : semua aturan yg diterapkan orang tua harus mengacu pada
keutamaan ibadah (jika waktunya sholat/mengaji/belajar game harus
ditinggalkan).
kaidah 4 : sebaik-baiknya permainan yang mengoptimalkan semua panca
indera (beri alternatif permainan yg lebih mengoptimalkan semua fungsi
panca indera).

dengan kaidah2 dasar tersebut, setiap orang tua bisa memberikan dasar
pemanfaatan komputer sesuai dengan kaidah2 tersebut. silahkan
merancang sesuai kebutuhan anak2 kita.

66994_10200613668294277_585667616_n

About rhayent23ukm

orang biasa yang mencoba menjadi orang yang luar biasa

Posted on February 28, 2013, in pernak pernik. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: