buya Hamka punya pemikiran

Tagamang kampuang jo bangso
Kahilangan umaik sa-agamo
Marapi jo Singgalang manangih takanang
Danau Maninjau ditingga Buyanyo…
Samaso Buya bacarito
Manangih nan mudo-mudo
Kok pituah agamo nan manyintuah raso
Barangsua luruih bengkok salamo ko…

Petikan lagu Minang yang diperuntukkan bagi Buya HAMKA di atas artinya kira-kira begini:

(Merasa) gamang kampung dan bangsa
(Merasa) kehilangan umat seagama (Islam)
(Gunung) Marapi dan Singgalang pun menagis mengenang
Danau Maninjau (daerah tempat lahir HAMKA – pen.) telah ditinggalkan Buya-nya (maksudnya, ditinggalkan karena meninggal dunia – pen.)
(Dulu) sewaktu Buya bercerita/berceramah/memberikan petuah
Menangislah yang muda-muda/para anak muda (mendengarkannya)
Baik itu (berupa) petuah agama yang menyentuh rasa/hati
(Maka) berangsur menjadi lurus/benar apa yang salah (di masyarakat) selama ini.

Sosoknya bersahaja, pandangan matanya tajam tapi teduh, bahasanya satun dan nyaman didengar, bak air mengalir. Saya tidak pernah bertemu dengan beliau, tapi begitulah pengakuan setiap orang yang pernah berjumpa dengannya. Saya hanya mengenal beliau melalui buku-bukunya, melalui rekaman-rekaman ceramahnya.

Ia dipanggil dengan sebutan Buya HAMKA. Buya dalam sebutan orang Minang atau Melayu berasal dari bahasa Arab, yakni Abi atau Abuya, yang berarti Bapak Kami atau orang tua yang dihormati. Sedangkan HAMKA adalah singkatan dari Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah.

Buya Hamka, lahir 17 Februari 1908, di sebuah tempat bernama Sungai Batang, Maninjau. Dia bagian dari barisan tokoh nasional yang berasal dari Ranahminang. Lahir dan besar di lingkungan yang agamis. Belajar otodidak dan menjadi sosok ulama, aktivis, jurnalis, politisi dan sastrawan. Pemikiran-pemikiran yang lahir dari sosok sederhana ini patut dipelajari oleh generasi hari ini, untuk menjemput marwah keilmuan darinya. Dan ada banyak buku yang ditulis oleh Hamka, mulai dari novel, cerpen, artikel dan yang fenomenal adalah tafsir al-Qur’an yang ditulis ketika ia dipenjara oleh rezim Soekarno.

Pesan pemikiran Hamka tentang pendidikan Islam.

Pentingnya pendidikan bagi Hamka sangat terasa. Dimana, sepak terjang Hamka yang juga politisi, jurnalis, juga tidak menutup kesempatan untuk berkecimpung dalam dunia pendidikan. Dan memang, Hamka memiliki pemikiran ideal dalam pendidikan Islam. Seperti ia memandang peserta didik, lembaga pendidikan formal, informal dan sosial. Sementara ia juga mengkritisi materi pendidikan, kurikulum yang dinamis dan sesuai dengan fitrah kebutuhan manusia, baik yang ilmu agama maupun ilmu-ilmu pengetahuan umum. Di samping itu, juga dipaparkan bagaimana metode yang dilakukan oleh para pendidik.

Sebagai bentuk pemikiran yang bersentuhan dengan persoalan politik, Hamka melihat hubungan ideal antara pemerintah dalam pendidikan. Dikatakannya, pemerintah tidak bisa mengintervensi pendidikan dalam segi material maupun kebijakan.

Titik sentral pemikiran Hamka dalam pendidikan Islam adalah fitrah pendidikan tidak saja pada penalaran semata, tetapi juga akhlakulkarimah. Salah satu bukti gagalnya pendidikan formal dalam menata moral dan etika terlihat dari munculnya kenakalan seperti tawuran. Pendidik mesti menjaga sikap dan memiliki syarat ; objektif, menjaga akhlak, menyampaikan seluruh ilmu, menghormati keberadaan peserta didik, memberi pengetahuan sesuai dengan kemampuan penerima dan perkembangan jiwa peserta didik.

Hamka dalam memaparkan persoalan pendidikan, selalu mencakup peran keluarga, pendidik dan lingkungan sosial. Peran ini dituntut harmonis. Tidak ada yang longgar antara satu dengan yang lain.

Ada tiga aspek penting yang mendasari pendidikan Islam bagi Hamka, yaitu: potensi (fitrah) peserta didik; jiwa (al-qalb), jasad (al-jism), dan akal (al-‘aql). Aspek paling penting adalah kejiwaan. Dimana pendidikan akhlakulkarimah terletak di sini. Hamka menekankan, akhlakulkarimah pendidik memang harus terjaga sebelum memberikan pendidikan kepada peserta didik.

Agaknya, dengan fenomena pendidikan hari ini yang berwajah suram dan seram, pemikiran dan pencerahan beliau menjadi relevan bagi para orangtua, aktivis pendidikan dan juga pengambil kebijakan dunia pendidikan

About rhayent23ukm

orang biasa yang mencoba menjadi orang yang luar biasa

Posted on February 28, 2013, in pernak pernik. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: